Meningkatkan Kualitas Piranti Lunak dengan Penerapan CMM-SW Indonesia

Kebutuhan piranti lunak semakin dibutuhkan di setiap sektor, di sisi lain memilih pengembang piranti lunak di Indonesia belum ada bakuan yang harus di sepakat, sebagai bahan pemikiran para stakeholder, sehingga jaminan kualitas piranti lunak tidak dapat terprediksi untuk mempengaruhi bisnis mereka, untuk itu para pengembang atau organisasi piranti lunak perlu memikirkan penerapan CMM-SW untuk meningkatkan kualitas produksinya. Penerapan CMM-SW lebih kepada peningkatan kualitas produksi piranti lunak bukan hanya sebuah nilai prestise, dan CMM-SW yang bersifat mentoring.

CMM-SW sudah dikembangkan sejak lebih dari 10 tahun yang dikeluarkan oleh SEI, untuk kultur dan budaya di Indonesia harus disesuaikan untuk itulah pemerintah perlu membuat CMM-SW Versi Indonesia, yang nantinya akan menjadi bakuan bagi pengembang piranti lunak.

Kata kunci : Capability Maturity Model for Software (CMM-SW), piranti lunak Baca lebih lanjut

Iklan

IT doesn’t matter

Artikel “IT Doesn’t Matter” yang ditulis oleh Nicholas G. Carr, cukup menarik untuk disimak. Nicholas G. Carr mengawali tulisannya dengan sebuah ilustrasi perkembangan teknologi, dari steam engine dan rel kereta api kepada telegraf dan telepon, lalu menuju kepada generator listrik dan internal combustion engine. Dalam perkembangannya yang cukup singkat, teknologi-teknologi tersebut menjadi bagian dari infrastruktur komersial atau bisnis. Dari situ, Nicholas G. Carr melanjutkan bahwa dari sebuah prinsip strategis, mereka menjadi tidak terlihat, seakan-akan teknologi tersebut bukan sesuatu yang penting. Itulah yang dijadikan ilustrasi oleh Nicholas G. Carr sebagai analogi terhadap IT.
Kata kunci :IT doesn’t matter
Baca lebih lanjut

Sejarah Timbulnya Corporate Governance

Corporate Governance dapat diterjemahkan dalam bahasa Indonesia dengan ‘pengendalian perusahaan’ atau ‘tata-kelola perusahaan’, atau ada juga yang menterjemahkan dengan ‘tata-pamong perusahaan’. Namun karena padanan bahasa Indonesia ini belum cukup baku, maka dalam tulisan ini sengaja digunakan istilah aslinya saja, yaitu Corporate Governance.

Baca lebih lanjut