Review Developing and Implementing a Strategy for Technology Deployment

Artikel Collen Shupe and Robert Behling sangat menarik untuk dibahas, Pemahaman strategi organisasi adalah suatu kebutuhan untuk mengembangkan suatu strategi TI (Teknologi Informasi) yang efektif. Pengembangan suatu perencanaan strategis untuk teknologi harus mendapatkan dukungan manajemen senior.

Konsep kesesuaian yang diperlukan saat ini dinamakan arsitektur perusahaan yang membawa bisnis dan TI bersama-sama. mengidentifikasi komponen arsitektur utama dari kesesuaian pandangan hubungan antara komponen yang akan dibutuhkan. Rencana Teknologi harus jelas, bersih, ringkas, dan dapat dimengerti oleh para profesional bukan TI. Sebagai perencanaan strategis dikembangkan dan proyek dikenalkan dan diprioritaskan, diperkirakan imbalan keuangan harus dimasukkan untuk memastikan organisasi memelihara profitabilitas.

Pengendalian Biaya pemeliharaan mulai dari permulaan proyek sampai merancang identifikasi, perencanaan, analisa, disain, dan implementasi. Suatu informasi tunggal keamanan untuk mengukur dalam mengisolasi sesuatu yang tidak mungkin berhasil oleh karena itu, suatu organisasi mengevaluasi dan menetapkan berbagai ukuran untuk mempertahankan tujuan dan kebutuhannya. Dari melihat itu semua itu, bener bahwa kesuksesan Penyebaran Teknologi informasi membutuhkan dukungan dari tingkat eksekutif yang sesuai dengan visi dan arsitektur perusahaan, tetapi juga perlu adanya komitmen dari segenap pimpinan dan karyawan perusahaan untuk merubah budaya kerja (change management) sehingga hal ini menjadi kunci kesuksesan menerapkan teknologi informasi, jadi dapat dikatakan bahwa bisnislah yang mendrive teknologi, sehingga apapun teknologi yang diterapkan harus disesuaikan dengan bisnisnya, sehingga akan memberikan nilai bisnis terhadap sebuah organisasi.
Kesesuaian antara bisnis proses dengan Teknologi Informasi merupakah sebuah masalah utama di dalam sebuah organisasi, kesesuaian heuristik arsitektur perusahaan yang menurut microsoft data network , digambarkan dalam empat komponen dasar yaitu : Arsitektur Bisnis, Arsitektur Informasi, Arsitektur Aplikasi, dan Arsitektur Teknikal tetapi perlu diingat juga selain komponen diatas masalah yang biasanya dapat timbul dari kurangnya strategi yang coherent untuk investasi IS/IT seperti :

  1. Kesempatan bisnis yang hilang, yang dikarenakan kerugian oleh pengembangan IS/IT lain. Investasi sistem dan teknologi yang tidak mendukung tujuan bisnis dan menjadi kendala untuk pengembangan bisnis.
  2. Kurangnya integrasi sistem dan pengelolaan informasi yang tidak tersedianya informasi untuk mengelola informasi.
  3. Prioritas tidak berdasarkan kebutuhan bisnis, tingkat kesuksesan yang tidak optimal, rencana proyek yang berubah-ubah. Kinerja bisnis yang tidak baik, biaya yang diperlukan, solusi yang berkualitas rendah, dan produktivitas IS/IT yang rendah.
  4. Strategi teknologi yang incoherent, incompatible options yang dipilih dan jumlah besar uang yang sia-sia.
  5. Kurangnya pengertian dan yang disetujui langsung antara pemakai, manajemen senior

Untuk masalah anggaran bukan hanya tangible cost dan intangible cost tetapi yang perlu dipikirkan adalah apakah anggaran yang diminta sesuai dengan kebutuhan atau sebuah keinginan, bila merupakah sebuah keinginan bukan menjadi prioritas utama tetapi dapat dilakukan pada waktu bener-benar diperlukan, akan tetapi bila merupakan kebutuhan harus didapatkan dari penjabaran rencana strategi yang diturunkan menjadi rencana operasional, inipun harus dilihat juga apakah diperlukan untuk jangka panjang atau jangka pendek, artinya disini adalah seluruh anggaran berdasarkan dari kegiatan-kegiatan yang akan mendukung rencana strategis, sehingga dalam menerapkan infrastruktur teknologi pun misalnya tentang keamanan jaringan juga harus dilihat dan dianalisa apakah catatan aktivitas tentang keamanan jaringan sudah sangat terancam baik dari sisi internal maupun sisi eksternal, untuk mendapatkan kebutuhan yang sesuai dengan kondisi yang ada, untuk mengurangi pembelian yang under spesification ataupun over spesification.
Dari semua yang dijabarkan diatas dapat ditarik semua kesimpulan bahwa pengembangan dan implementasi strategi untuk penyebaran teknologi dalam sebuah organisasi disesuaikan dengan kebutuhan bisnis atau dengan kata lain strategis bisnis mendrive Strategi IS/IT begitu pula sebaliknya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: